Bagaimana Membangun komunikasi efektif dengan anak di era digital

December 28, 2017

Rahasia Sukses Membangun Komunikasi dengan Anak

Oleh dokter Vivi dokter Parenting

 

Dr Vivi

Tidak dipungkiri bahwa komunikasi merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia. Terlebih apabila komunikasi ini terjadi antara orangtua dan anak.Telah dikatakan bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya dan ayah adalah kepala sekola dari madrasahh tersebut. Oleh karena itu kemampuan berkomunikasi antara orangtua dengan anak adalah skill yang mutlak diperlukan.   Istilah komunikasi berasal dari bahasa Yunani commune (percakapan atau pergaulan) dan communion (bersama). Menurut KBBI istilah komunikasi mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan

 

Kenapa saat ini komunikasi antara orangtua dan anak menjadi penting? Dikarenakan tantangan zaman yang berbeda antara orangtua dulu dibesarkan dengan anak-anak jaman now saat ini. Sangatlah tepat pesan Rasulullah berabad-abad yang lalu yang mengatakan “didiklah anakmu sesuai dengan zamannya “. Anak-anak jaman “now” menghadapi tantangan zaman yang sungguh berbeda dengan zaman orangtuanya yang generasi x atau yang generasi y. Banyak tantangan yang dihadapi anak-anak generasi z atau yang sering disebut sebagai generasi zaman “now”. Tantangan –tantangan yang menghadang anak-anak generasi zaman now saat ini adalah pergaulan bebas, bahaya pornografi, bahaya narkoba, tantangan beratnya kurikulum, tayangan Televisi yang begitu banyak ragamnya dan tidak mendidik,  pergaulan bebas, pergaulan maraknya geng-geng yang banyak dikalangan remaja.

Menghadapi banyaknya tantangan yang terjadi oleh karena itu dibutuhkan kemampuan orangtua untuk bisa berkomunikasi dengan buah hatinya, agar buah hatinya tidak terseret tantangan zaman yang begitu maraknya. Orangtua perlu memahami cara berkomunikasi efektif agar anak memahami bahwa orangtuanya sayang kepadanya dan selalu ingin mensupport demi kebaikan buah hatinya. Disinilah orangtua memerlukan strategi dalam berkomunikasi dengan anak agar terbentuk bonding antara anak dan orangtua sehingga anak bisa memahami maksud orangtua, orangtua juga lebih bisa memahami keinginan dan passion buah hatinya sehingga akhirnya antara orangtua dan buah hatinya bisa saling memahami.

Yang perlu dipahami oleh orangtua,bahwa Allah sudah memberikan kemampuan pada anak sejak pertama anak dilahirkan bahkan sejak anak masih berada didalam kandungan. Bagaimana anak membalas sentuhan ibunya saat ia berada didalam kandungan, bisa merasakan perasaan hatinya ibunya saat sang anak masih berada diperut ibunya Saat anak dilahirkan pun dihari-hari awal kelahirannya anak pun sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Apabila didalam perut ibunya bagaikan surga, tidak perlu meminta saja semua keinginannya sudah terpenuhi, maka saat ia dilahirkan anak pun telah belajar berkomunikasi saat ia membutuhkan sesuatu maka anak akan menangis, apabila orangtua atau pengasuh tidak segera hadir maka anak pun menambah volume tangisnya . dari sinilah awal anak belajar dalam berkomunikasi. Seiring berjalannya usia kemampuan komunikasi anak berkembang sejalan usianya dan ia pun juga menggunakan raut wajahnya dalam berkomunikasi, dengan senyumnya, tertawanya bahkan cemberut dan menangisnya itu merupakan salah satu cara berkomunikasi anak kepada orangtuanya. Disinilah dibutuhkan ilmu bagi oangtua untuk merespon yang benar cara ha-hal yang dikomunikasikan anak sehingga hal inilah akan memberikan pemahaman yang benar pada otak anak sehingga saat kelak ia dewasa maka ia akan merespon segala sesuatu dengan cara yang benar.

Seiring berkembangnya usia anak, maka anak akan mulai menggunakan bahasa dalam berkomunikasi dengan orangtuanya selain menggunakan tangis, rengekan atau cemberutnya. Di fase ini anak akan mulai banyak bertanya akan segala hal, dann sifat ini memang diberikan Allah kepada setiap manusia di tahap-tahap awal kehidupannya. Dan sikap bertanya dalam mencari jawaban dari permasalahan yang tidak diketahuinya ini juga dicontohkan oleh Nabi Ibrahim saat ia mencari keberadaan TuhanNya. Oleh karena sikap bijak orangtua dalam menghadapi fase ini dalam perkembangan komunikasi anak adalah orangtua selalu siap menjawab setiap pertanyaan anak dengan sebaik-baiknya  dengan bermutu. Karena apabila jawaban orangtua kurang panjang atau kurang bermutu dan tidak memuaskan anak, maka anak akan terus bertanya-tanya dan mengejar terus jawabannya. Amatlah tidak aman jika anak mencari tahu keingintahuannya melalui medsos terutama bagi anak-anak yang masih dibawah umur. Anak yang bahagia adalah anak yang bisa mendapatkan jawaban yang bermutu dari kedua orangtuanya akan segala sesuatu yang ingin diketahuinya, sehingga inipun akan akan berimbas kepada sikap dan perilaku anak disaat ia nanti mendapatkan perintah dari TuhanNya. Sikap ikhlas akan segala perintah Allah akan ia jalankan dengan semaksimal mungkin karena dulunya orangtua bisa menjelaskan setiap pertanyaan anak dengan bermutu sehingga kemampuan anak dalam berpikir sebab akibat dan berpikir secara logika akan terpenuhi dan apabila segala hal yang konkret sudah terpenuhi maka anak bisa berpikir secara abstrak. Hal inilah yang menyebabkan kenapa seorang anak bisa menerima kenapa ia harus sholat, kenapa harus bersabar, kenapa ia harus berzakat kenapa ia harus bersedekah. Dan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak ini akan meninggalkan jejak-jejak yang benar di otak anak yang mana jejak inilah yang akan membawa seorang anak menuju surgaNya, bisa membedakan baik dan buruk dalam hdupnya walaupun orangtuanya sudah tidak ada disisinya lagi.

Orangtua pun juga perlu memahami mengenai perkembangan otak anak. Allah menurunkan setiap manusia kedunia pasti dibekali oleh potensi, karena setiap manusia mempunyai tugas kekhalifahan dalam kehidupannya. Untuk lebih memahami mengenai otak anak,dalam riset akhir-akhir ini diketemukan bahwa ternyata dari milyaran manusia didunia ini apabila kita melihat belahan otaknya maka kita bisa melihat  bahwa ada 5 bagian besar otak manusia. Ada belahan kiri bawah atau otak dominanya adalah limbik kiri bawah yang disebut dengan sensing. Ada belahan otak kiri atas atau neocortex kiri atas yang disebut dengan thingking, ada yang otak dominannya adalah ditengah disebut sebagai otak insting, ada yang otak dominannya sebelah kanan atas atau neocortex kanan atas yang disebut otak intuiting dan ada juga yang otak dominannya adalah otak kanan bawah yang disebut sebagai otak feeling.

Cara berkomunikasi dari  masing-masing belahan otak ini ternyata berbeda –beda dan tidak bisa disamaratakan. Belahan otak sensing saat berkomunikasi ia sangat senang apabila ia mendapatkan reward saat ia telah melakukan sesuatu. Untuk belahan otak thingking anak dengan tipe belahan otak yang dominan neocortex kiri atas sangat suka jika diberikan tanggung jawab atau wewenang, untuk belahan otak yang  berada ditengah atau insting maka ananda suka untuk dibimbing dengan baik atau diberikan pijakan atau scalfolding dalam melakukan sesuatu dan membutuhkan suasana yang bahagia tanpa konflik maka ia akan bisa beprestasi. Untuk anak-anak dengan belahan otak kanan atau atau neocortex kanan atas yang dominan maka ia akan sangat senang bila orangtuanya memfasilitasi ide dan memberikan ruang gerak dalam berkreasi. Berbeda lagi dengan anak-anak tipe limbik kanan bawah atau disebut tipe feeling maka anak-anakk embutuhkan dukungann pujian dalam melakukan sesuatu, berbicara dengan nada yang tenang dan intonasi yang tepat sangat berpengaruh pada anak tipe ini.

Semoga dengan kemauan para orangtua untuk terus “iqro” dalam mendidik buah hatinya akan menjadikan anak-anak akan berkembang optimal dalam berkarya dan menjadi khalifah allah dimuka bumi ini. Dan semoga kita kelak para orangtua bisa dikumpulkan Allah bersama anak-anak kita disurgaNya kelak.

Wallahu-a’lam bish-shawab

 

Leave a reply
Alamat Rumah Cerdas MalangTahap tahap belajar mendidik anak

Leave Your Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *